Pengumuman
Rancaekek di Facebook
RancaEkek.Com on Facebook
Chat dengan pengurus
Donasi via PayPal
Klik tombol di bawah ini untuk memberi donasi melalui PayPal atau Kartu Kredit kepada kami:

Catatan:
Donasi yang diberikan bukan untuk kepentingan Kecamatan Rancaekek, namun hanya untuk kelangsungan hidup website ini. Terimakasih.
Statistik
Pengunjung OL: 0
Kunjungan Hr ini: 31
Total Kunjungan: 1919
OS:
Browser:
IP Address: 38.107.191.112
Login Anggota

Biarkan anak-anak tumbuh pada realitas yang semestinya dengan bimbingan kita, orang tuanya. Kita rawat dan didik mereka dengan kasih sayang, dengan memilihkan lingkungan dan sekolah yang mendukung misi kita dalam mendidik anak. Di era sekarang ini, tantangan yang dihadapi oleh para orang tua semakin berat. Serbuan informasi yang membanjir melalui berbagai media yang sangat mudah diakses. Jika informasi tersebut diakses secara terbimbing akan memberikan dampak positif dengan semakin luasnya wawasan yang akan diperoleh anak. Namun jika dibiarkan tanpa kontrol, akan memberikan ekses negatif yang tidak mudah untuk dipulihkan.
Anak-anak sekarang sangat berbeda dengan anak-anak di masa kecil kita. Dulu di zaman kita, apa-apa yang dikatakan oleh orang tua, tidak akan terbantahkan. Artinya, anak-anak tidak berani membantah. Tetapi anak-anak sekarang sangat cerdas. Tidak mudah menjadikan anak-anak kita menaati kita kalau kita tidak mampu memberikan pengertian yang bisa dipahami anak. Kita tidak bisa jika hanya sekadar melarang atau memerintahkan sesuatu kalau tanpa penjelasan mengapa harus begini atau begitu. Dan itu adalah tantangan dan tugas berat kita.
Lalu bagaimana seharusnya kita mendidik anak-anak kita? Apakah anak-anak harus kita isolasi secara total dari media, televisi khususnya, atau bagaimana? Haruskah kita menimbang antara apakah anak-anak kita akan disterilkan dari lingkungan yang akan memberikan pengaruh yang tidak baik terhadap mereka, ataukah kita paparkan sekalian dalam kenyataan yang ada dengan konsekuensi bagi kita orang tuanya untuk bekerja lebih keras dalam membimbing mereka. Jika kita sterilkan, anak-anak akan kesulitan jika menghadapi realitas dalam lingkungan mereka kelak.
Menghadapi realitas, mau tidak mau harus kita lakukan. Biarkan anak-anak tumbuh pada realitas yang semestinya dengan bimbingan kita sebagai orang tuanya. Kita rawat dan didik mereka dengan kasih sayang, dengan memilihkan lingkungan dan sekolah yang mendukung misi kita dalam mendidik anak. Namun hal yang harus senantiasa kita ingat bahwa tanggung jawab pendidikan anak tetap berada di tangan kita. Sekolah hanya bersifat membantu. Sebab orang tualah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt. tentang pendidikan anak-anaknya.
Rasulullah saw. menunjukkan kepada kita bagaimana membangun kepribadian anak agar menjadi baik:
1. Mengokohkan Bangunan Keyakinan

Rasulullah saw. mengawali pembentukan kepribadian para sahabat dengan menanamkan bangunan keyakinan baru secara kokoh. Keimanan akan ke-MahaKuasa-an Allah, keyakinan akan kebenaran Islam, dan kerinduan yang sangat besar terhadap jannah. Keyakinan semacam inilah yang membentuk orientasi dan wawasan hidup para shahabat.
Untuk itulah diperlukan upaya yang terus-menerus untuk menyegarkan dan mengokohkan bangunan keyakinan ini terhadap anak-anak kita. Tentu saja sarana-sarana pembelajaran yang dilakukan disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak.

Selain itu, pengenalan terhadap Rasulullah juga harus dilakukan sejak dini. Agar tumbuh dalam diri anak kecintaan terhadap Rasulullah. Dengan begitu, maka anak akan mudah diarahkan untuk meneladani apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Sarana yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan itu sangat banyak. Dengan nyanyian, cerita, atau permainan. Sedangkan sarana-sarana audiovisual yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal. Sedang untuk anak-anak yang sudah bisa diajak berdialog, maka sarana diskusi bisa dimaksimalkan. Pada waktu-waktu tertentu anak bisa diajak untuk tafakur alam, untuk melihat secara langsung kebesaran dan kekuasaan Allah swt.
2. Mendekatkan Interaksi dengan Al-Qur’an

Kunci kedua adalah kuatnya interaksi dengan Al-Qur’an. Sebagaimana kita pahami bersama, dinamika kehidupan Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya berjalan beriringan dengan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an.
Saat ini, interaksi dengan Al-Qur’an bukan sebatas aspek tilawah, hafalan dan pemahaman. Tetapi lebih penting pada sisi pengamalan Islam dan dakwah yang terus mengacu pada bimbingan Al-Qur’an. Sepatutnyalah kita mendidik dan melatih anak-anak kita untuk melaksanakan aktivitas hariannya dengan acuan Al-Qur’an serta berusaha menemukan jawaban atas persoalan-persoalan hariannya dalam Al-Qur’an.
3. Membimbing kepada Penerapan Amal

Islam adalah diinul ‘amal. Artinya bahwa Islam mengedepankan kebaikan amal sebagai bukti dari keimanan dan pemahaman. Selanjutnya, penerapan amal justru akan mempercepat dan memperkokoh bangunan keimanan dan pemahaman terhadap Islam. Tentu saja semua ini dilakukan dengan menjaga agar setiap amal yang dilakukan dilandasi oleh keikhlasan dan pemahaman.
Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dalam mendidik umatnya. Mereka menjadi qaumun ‘amaliyyun atau orang yang senantiasa beramal. Tidak sekedar pandai berbicara tetapi juga mampu mengamalkan. Itulah yang disebut orang-orang yang memiliki integritas pribadi.
“Dan katakanlah: ‘Beramallah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya beserta orang-orang mukmin akan melihat amalmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’” ( Q.S. At-Taubah/9: 105).
Pendidikan yang kita lakukan pada anak-anak kita bukanlah sekedar untuk memberikan pelajaran atau ilmu semata, tetapi sebagai bekal anak agar mereka bisa mengamalkan ilmu mereka. Contohnya dalam mengajarkan shalat. Kita latih anak untuk melaksanakan shalat sejak dini, seiring dengan penjelasan yang kita berikan tentang hal ikhwal shalat yang disesuaikan dengan tingkat penerimaan dan pemahaman mereka. Contoh lain adalah tentang pemakaian jilbab bagi anak-anak puteri. Kita latih mereka untuk senantiasa berjilbab ketika keluar rumah sedini mungkin, juga seiring dengan penjelasan mengapa harus berjilbab sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.
4. Mengedepankan Keteladanan dan Kepemimpinan yang Baik

Perilaku dan amal para pendidik, terlebih orang tua adalah cerminan dari pemahamannya. Mereka adalah teladan dalam pembicaraan dan amalan. Maka kunci keberhasilan dalam mendidik anak adalah ketika para pendidik mampu menerapkan syiar “ashlih nafsaka, wad’u ghairaka” (perbaiki dirimu, kemudian serulah orang lain). Inti dari syiar itu adalah keteladanan pendidik. Misalnya dalam tataran memerintah, maka yang mesti dipakai adalah kata mengajak daripada kata menyuruh. Apa perbedaan kedua kata tersebut? Kata menyuruh mengandung makna tidak adanya keterlibatan si pemberi perintah. Sementara kata mengajak, si pemberi perintah juga ikut terlibat atau melaksanakan apa yang diperintahkan.
Rasulullah saw. telah menampilkan keteladanan ini dalam dirinya. Sungguh, beliau adalah teladan sempurna bagi manusia. Dengan cara inilah Rasulullah sukses mengader sahabat-sahabatnya. Islam menampilkan keteladanan sebagai sarana dakwah dan tarbiyah yang paling efektif. Sehingga Islam menetapkan sistem pendidikan yang kontinyu atas dasar prinsip keteladanan tersebut.
Dengan mengacu apa yang telah dilakukan Rasulullah saw. dalam mendidik putra-putri beliau serta para sahabat, insya Allah anak-anak kita memiliki kepribadian yang kokoh serta kepercayaan diri yang kuat, yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an.
Semoga dengan kasih sayang, bimbingan, dan keteladanan kita, mampu menjadikan mereka sebagai anak-anak shaleh yang akan eksis pada zamannya serta mempu menyumbangkan potensi mereka untuk kembali meraih kejayaan Islam sebagaimana yang telah diraih oleh para salafus shaleh terdahulu.

Penulis adalah orang tua siswa SMPIT Nur Hidayah dan aktivis dakwah.

Bagikan melalui:
  • Facebook
  • Twitter
  • E-mail this story to a friend!
  • Print this article!
  • Turn this article into a PDF!

Comments are closed.

Anda mungkin telah mengetahui bahwa susu kedelai merupakan minuman yang mempunyai begitu banyak manfaat bagi kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Dan mungkin juga anda telah merencanakan untuk menjadikan susu kedelai sebagai salah satu dari menu rutin harian anda pada suatu saat nanti bagi kesehatan, kebugaran badan, dan kualitas hidup anda. Tapi rencana itu anda biarkan tertunda. Pertama anda merasa masih sangat sehat dan bugar, kedua – anda merasa belum mendapatkan susu kedelai yang dirasa cocok bagi selera dan standar anda. Sebaiknya jangan ditunda! terutama bagi para wanita. Ada beberapa alasan untuk anjuran ini, disamping konsumsi susu kedelai sangat baik dalam mencegah atau memperlambat berbagai penyakit degenerasi metabolisme – seperti  kelebihan kolesterol, asam urat, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dll. , para peneliti mendapatkan kenyataan bahwa prevalensi penyakit-penyakit kanker pada wanita-wanita Barat jauh lebih tinggi dari wanita-wanita Timur. Mereka menduga, penyebabnya adalah - sejak kecil wanita-wanita Timur, seperti di Jepang, Cina, dan Indonesia, telah terbiasa dan lebih banyak mengkonsumsi produk-produk kedelai ketimbang rekan-rekannya di Barat. Jadi minumlah susu kedelai sekarang juga. Kemungkinan lain alasan menunda membiasakan diri mengkonsumsinya adalah, anda merasa belum siap terhadap aroma yang mungkin pernah anda jumpai ketika mencoba mencicipi susu kedelai. Aroma langu khas susu kedelai merupakan aroma yang kurang bisa diterima oleh kebanyakan orang Indonesia, yang berkebalikan dengan orang-orang Cina – mereka justru menyukai aroma tersebut. Berbagai cara dilakukan orang untuk menekan atau bahkan menghilangkan bau langu tersebut dari susu kedelai. Salah satu cara untuk menghilangkan bau langu pada susu kedelai adalah dengan menambahkan sedikit soda kue pada saat pembuatannya. Cara ini efektif dalam menghilangkan bau langu dari produk susu kedelai dengan tuntas sehingga sama sekali tidak ada bau. Tetapi pada beberapa orang tertentu, susu kedelai yang dibuat dengan cara penambahan soda kue ini akan menimbulkan gejala sakit kepala sesaat setelah mengkonsumsinya meskipun kemudian pelan-pelan hilang dengan sendirinya. Efek ini kemungkinan sama dengan yang dikenal pada orang-orang Barat sebagai efek Chinese Restaurant Syndrome, yaitu efek sakit kepala (pada sebagian orang, tidak semua orang) beberapa saat setelah menyantap makanan di restoran Cina. Oleh para ahli, Chinese Restaurant Syndrome ditengarai berasal dari asupan penyedap rasa (monosodium glutamat) yang berlebihan pada saat menyantap masakan dari restoran Cina tersebut. Pembuatan susu kedelai Cap Bunga Matahari tidak menggunakan cara penambahan soda kue ini, kami menggunakan teknik pemanasan beberapa kali dengan timing yang tepat untuk menghilangkan zat-zat anti gizi dan bau langu kedelai tersebut. Jadi bagi konsumen yang rentan terhadap sindrom ini, tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi susu kedelai segar Cap Bunga Delima. Selanjutnya, susu kedelai segar ini kami buat dari biji-biji kedelai kualitas nomor satu dipadu dengan air mineral dari pegunungan yang diproses tkhusus terlebih dahulu. Diproduksi dengan perbandingan yang terjaga, produk ini kami buat dengan tingkat kekentalan yang lebih dari pada susu kedelai pada umumnya. Hasilnya adalah susu kedelai yang enak, tak kalah dengan susu sapi, sehingga diterima dan bahkan disukai oleh banyak kalangan. Kami telah mempunyai banyak pelanggan yang setia, pria dan wanita; balita, anak-anak hingga orang dewasa. Produk susu kedelai Cap Bunga Matahari dibuat tanpa penambahan bahan pengawet maupun menggunakan bahan pemanis buatan, Insya Allah aman dan halal bagi muslim. Tersedia dalam dua rasa, yaitu manis dan tawar (plain). Susu Kedelai Segar Bunga Matahari Bumi Rancaekek Kencana Rancaekek, Bandung. Telpon (022) 779 4796, 0819 100 77247 Eceran bisa didapatkan di : 1. Kantin Teratai (Kantin Ibu Ojon) Jalan Teratai I no 26, Blok 2 Perum Bumi Rancaekek Kencana 2 Rumah Makan Padang Jalan Talun Rancaekek. Dicari outlet untuk blok-blok lain di Perum Bumi Rancaekek Kencana dan perumahan-perumahan di sekitarnya. Dengan syarat mempunyai fasilitas lemari pendingin atau cold showcase.